Kota Pekalongan — Pelaksanaan kunjungan khusus Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan pada hari kedua, Minggu (22/03/2026), masih berlangsung ramai dan dipadati para pengunjung. Suasana haru dan kebahagiaan begitu terasa saat keluarga warga binaan akhirnya dapat kembali bertatap muka dan melepas rindu di momen Lebaran.
Sejak pagi hari, puluhan pengunjung telah memadati area layanan kunjungan. Tangis haru, senyum bahagia, serta pelukan hangat menjadi pemandangan yang mendominasi, mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan meski terpisah oleh ruang dan waktu.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Lapas Pekalongan menerjunkan sebanyak 14 orang petugas untuk memberikan pelayanan kunjungan secara optimal. Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan bantuan dari aparat eksternal, yakni 2 personel POLRI dan 2 personel TNI, serta didukung oleh 7 orang peserta magang yang turut membantu kelancaran pelayanan.

Berdasarkan data pelayanan kunjungan hari kedua, tercatat sebanyak 53 nomor antrean untuk layanan kunjungan online. Sementara itu, jumlah warga binaan yang menerima kunjungan tatap muka sebanyak 39 orang.

Adapun total jumlah pengunjung mencapai 248 orang, dengan rincian 89 orang pengunjung laki-laki, 98 orang pengunjung perempuan, serta 61 orang pengunjung anak-anak. Tingginya jumlah pengunjung ini menunjukkan antusiasme keluarga warga binaan dalam memanfaatkan momen Idulfitri untuk bersilaturahmi.
Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama momen kunjungan hari raya. “Kami memastikan seluruh layanan berjalan tertib, aman, dan tetap humanis, sehingga keluarga warga binaan dapat merasakan kebahagiaan di hari yang penuh makna ini, ” ujarnya.
Pihak Lapas Pekalongan memastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan berjalan tertib, aman, dan tetap mengedepankan standar operasional prosedur yang berlaku. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan moral bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Momentum Idulfitri menjadi kesempatan berharga bagi warga binaan dan keluarga untuk mempererat hubungan, sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana yang penuh makna di tengah keterbatasan.
(Humas Lapas Pekalongan)
