Kota Pekalongan - Pasca banjir yang sempat melanda, produktivitas di dalam Lapas Kelas IIA Pekalongan tetap terjaga, Jumat (20/02/2026), suasana di area Kegiatan Kerja tampak berbeda dengan kehadiran tanaman-tanaman kerdil bernilai seni tinggi.
Sejumlah warga binaan terlihat fokus melakukan perawatan dan penanaman tempel cabang pada tanaman bonsai beringin.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini didampingi langsung oleh petugas pembimbing, Sahren. Di bawah arahannya, para warga binaan mempraktikkan ilmu seni bonsai yang sebelumnya telah dibagikan. Fokus utama hari ini adalah memastikan tanaman tetap sehat dan estetis melalui teknik perawatan yang tepat.

Selain sebagai bentuk pembinaan kepribadian, budidaya bonsai ini memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Kayu-kayu gelondongan yang ada di dalam Lapas kini diolah dan dipadukan dengan seni bonsai agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan cara efektif untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang unik.
"Seni bonsai melatih kesabaran dan ketelitian. Kami ingin mereka memiliki keahlian yang spesifik agar nanti saat bebas, mereka punya modal kompetensi untuk berwirausaha atau bekerja di bidang tanaman hias. Ini adalah salah satu wujud komitmen kami dalam mendukung program reintegrasi sosial melalui kegiatan yang positif dan produktif, " ujar Teguh Suroso.
Meskipun baru diikuti oleh beberapa warga binaan secara intensif, hasil yang dicapai sangat memuaskan. Mereka mampu memahami materi pembinaan dengan baik dan mengikuti instruksi petugas secara tepat. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang sebagai salah satu produk unggulan dari Bengkel Kerja Lapas Pekalongan.
(Humas Lapas Pekalongan)
