Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan menjalin koordinasi dengan Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan dalam rangka pengembangan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Kamis (19/02/2026) pukul 09.30 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di area Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Pekalongan dan diikuti langsung oleh Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, beserta jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).

Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat program pembinaan berbasis keterampilan, khususnya di bidang perikanan. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pemanfaatan keramba sebagai sarana budidaya ikan, dengan jenis ikan yang akan dikembangkan meliputi lele, nila, dan gabus.

Ketiga jenis ikan tersebut dinilai memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta relatif mudah dalam proses perawatan dan pengelolaannya.

Selain itu, jajaran Lapas Pekalongan juga menyampaikan berbagai program kerja yang telah berjalan serta upaya penyaringan warga binaan yang memiliki potensi dan minat di bidang perikanan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa program pembinaan dapat berjalan secara optimal, terarah, dan tepat sasaran.
Dalam diskusi yang berlangsung, pihak Fakultas Perikanan menyambut baik rencana kerja sama ini dan siap memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan teknis maupun pelatihan kepada warga binaan. Sinergi antara Lapas Pekalongan dan dunia akademisi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh pihak fakultas.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang memiliki nilai manfaat nyata. Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis budidaya ikan, tetapi juga memiliki bekal usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat, ” ujar Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung proses reintegrasi sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi, program pembinaan akan semakin terarah, profesional, dan berkelanjutan, ” tambahnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan resmi pelaksanaan program ke depan. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembinaan kemandirian, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan program yang berdampak nyata bagi warga binaan dan lingkungan sekitar.
(Humas Lapas Pekalongan)
