Tetap Produktif di Tengah Dampak Banjir, Warga Binaan Lapas Pekalongan Panen Kemangi

    Tetap Produktif di Tengah Dampak Banjir, Warga Binaan Lapas Pekalongan Panen Kemangi
    Tetap Produktif di Tengah Dampak Banjir, Warga Binaan Lapas Pekalongan Panen Kemangi

    Kota Pekalongan - Semangat kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan tetap membara meski dihadapkan pada tantangan alam. Selasa Pagi (10/02/2026).

    sejumlah warga binaan melaksanakan panen tanaman kemangi di area Bimbingan Kerja (Bimker). Keberhasilan ini tergolong istimewa karena diraih di tengah keterbatasan lahan akibat sebagian area pertanian Lapas yang masih terdampak banjir.

    Kegiatan panen yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini menghasilkan sekitar 5 kilogram kemangi segar berkualitas. Kondisi lahan yang tergenang air tidak menjadi penghalang bagi para warga binaan untuk terus merawat tanaman dengan telaten.

    Mereka memanfaatkan sisa lahan yang masih layak tanam dan melakukan perawatan ekstra agar tanaman kemangi tetap tumbuh optimal di tengah cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang lembap.

    Program budidaya ini memang dirancang untuk melatih kreativitas warga binaan dalam menghadapi berbagai situasi. Selain membekali mereka dengan keterampilan praktis, panen ini juga memiliki nilai ekonomi karena hasilnya akan langsung didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan lokal di Pekalongan.

    Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga binaan mengenai rantai distribusi hasil pertanian, mulai dari penanaman di lahan terbatas hingga proses distribusi.

    Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketangguhan para warga binaan dan petugas pendamping. Menurutnya, panen kali ini adalah bukti bahwa hambatan lingkungan tidak mematikan produktivitas.

    "Panen kemangi hari ini memiliki makna yang lebih dalam. Meskipun kondisi lahan kita terbatas dan sedang terdampak banjir, warga binaan membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dan tetap produktif. Saya ingin semangat pantang menyerah ini menjadi modal kuat bagi mereka. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, melainkan tantangan untuk lebih kreatif dalam berkarya, " ujar Teguh Suroso.

    Aktivitas di Bimker ini diharapkan terus meningkatkan rasa percaya diri warga binaan melalui hasil karya nyata yang bermanfaat. Dengan keterampilan bertani dan wirausaha yang kuat, mereka diharapkan mampu hidup mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga serta masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana nanti.

    (Humas Lapas Besi) 

    jawa tengah kota pekalongan lapas pekalongan
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Petugas Kesehatan Lapas Pekalongan Tanggap...

    Artikel Berikutnya

    Belajar Jadi Pribadi Lebih Baik, Warga Binaan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ketua Umum PP Hima Persis: Makan Bergizi Gratis adalah Sebuah Investasi Peradaban
    Hima Persis Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis untuk Masa Depan Indonesia
    Ashabul Kahfi: Program MBG Investasi Gizi untuk Generasi Emas dan Ekonomi Kerakyatan
    Program Makan Bergizi NTB, Jangkau 2 Juta Jiwa Penerima Manfaat dan Serap 31 Ribu Tenaga Kerja Hingga 2026
    Tindak Lanjut Koordinasi dengan Walikota, Lapas Pekalongan Mulai Normalisasi Drainase

    Ikuti Kami