Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen memenuhi hak dasar warga binaan dalam menjalankan ibadah. Pada Selasa pagi (10/02/2026) sebanyak 10 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) nasrani mengikuti kegiatan kebaktian rutin di Aula Ki Hajar Dewantara Lapas Pekalongan.
Meski dilaksanakan di lokasi alternatif, suasana doa dan puji-pujian tetap berlangsung dengan penuh kedamaian dan kekhusyukan.

Ibadah kali ini terasa lebih bermakna berkat kolaborasi pelayanan dari Pdt. Dwi Argo Mursito dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pekalongan bersama Bunda Iren dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pekalongan. Kehadiran para tokoh agama ini memberikan penguatan rohani yang mendalam bagi para warga binaan, mengajak mereka untuk tetap teguh dalam iman dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini merupakan bagian dari Pembinaan Kepribadian Mental dan Keyakinan Kristiani. Melalui bimbingan yang intensif, diharapkan warga binaan memiliki ketenangan batin dan mental yang lebih stabil selama menjalani masa pidana. Seluruh rangkaian kebaktian dipastikan berjalan aman dengan pendampingan penuh dari petugas Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, menegaskan bahwa pelayanan keagamaan tidak boleh terhambat oleh kondisi apa pun. Beliau mengapresiasi dukungan bersama dari pihak GKJ dan GKI yang terus konsisten membantu program pembinaan di dalam Lapas.
"Ibadah adalah kebutuhan batiniah yang paling mendasar. Kami memfasilitasi kegiatan di aula agar warga binaan tetap bisa beribadah dengan tenang dan khidmat. Terima kasih kepada Pdt. Dwi Argo Mursito dan Bunda Iren atas pelayanannya. Saya berharap siraman rohani ini benar-benar menyentuh hati para warga binaan sehingga mereka memiliki keteguhan batin untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik, " ujar Teguh Suroso.
(Humas Lapas Pekalongan)
