Kota Pekalongan – Suasana penuh kebersamaan dan toleransi mewarnai kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, Kamis (05/03/2026) pukul 17.00 WIB.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Pengurus Gereja Paroki Santo Petrus Kota Pekalongan dan diikuti oleh petugas serta Warga Binaan, bertempat di gazebo dalam Lapas Pekalongan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat kerukunan antarumat beragama, khususnya di wilayah Kota Pekalongan, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Acara diawali dengan penampilan sholawatan dari Tim Rebana Pondok Pesantren Darul Ulum Lapas Pekalongan yang menghadirkan suasana religius dan penuh kekhidmatan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Romo Yohanes Suratman dari Gereja Santo Petrus Pekalongan yang menyampaikan pentingnya menjaga persaudaraan serta semangat saling menghormati antarumat beragama.
Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pengurus Gereja Paroki Santo Petrus Kota Pekalongan atas dukungan dan kepedulian yang diberikan kepada Warga Binaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pengurus Gereja Santo Petrus Kota Pekalongan. Semoga kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama seperti ini dapat terus terpelihara, sehingga tercipta kehidupan yang rukun dan damai, ” ujar Teguh.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian mauidlotul hasanah oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, KH. Ahmad Marzuki, dengan tema “Kebersamaan dalam Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan.” Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, saling menghormati, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama antara petugas dan seluruh Warga Binaan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta mencerminkan nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pekalongan berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan dapat terus terjaga, baik di lingkungan pemasyarakatan maupun di tengah masyarakat luas.
(Humas Lapas Pekalongan)
