Kalapas Pekalongan, Jemput Bola ke DMA Collection, Perkuat Program Kemandirian bagi Warga Binaan

    Kalapas Pekalongan, Jemput Bola ke DMA Collection, Perkuat Program Kemandirian bagi Warga Binaan
    Kalapas Pekalongan, Jemput Bola ke DMA Collection, Perkuat Program Kemandirian bagi Warga Binaan

    KOTA PEKALONGAN – Komitmen tegas untuk menjadikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan sebagai tempat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan kembali ditunjukkan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Teguh Suroso.

    Ia tak segan "jemput bola" mendatangi langsung kantor DMA Collection, mitra strategis dalam program pembinaan kemandirian menjahit, untuk memperkuat dan memperluas sinergi yang sudah terjalin, Kamis (23/10/2025).

    Kunjungan yang dilakukan ini berfokus pada peningkatan kerja sama di bidang pembinaan kemandirian menjahit bagi warga binaan. Langkah ini merupakan bukti nyata dari Lapas Pekalongan dalam menjawab tantangan pengentasan residivisme dengan memberikan bekal keterampilan vokasi yang terbukti memiliki pasar kerja yang jelas.

    Kalapas Pekalongan, Teguh Suroso menyatakan bahwa kunjungan ini adalah upaya untuk memastikan bahwa program menjahit yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas hasil produksi maupun kuantitas pesanan yang melibatkan WBP.

    "Kami ingin memastikan para WBP mendapatkan pelatihan dengan standar industri. DMA Collection adalah salah satu perusahaan garmen di Pekalongan yang keahliannya tak perlu diragukan. Kemitraan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga jaminan bahwa hasil kerja mereka memiliki nilai ekonomi yang riil, " ujar Teguh Suroso.

    Kerja sama ini memungkinkan warga binaan yang telah menguasai teknik menjahit untuk terlibat langsung dalam rantai produksi DMA Collection. Hal ini secara langsung mengubah stigma penjara menjadi bengkel kerja produktif, memberikan warga binaan pengalaman kerja professional.

    Peningkatan kerja sama dengan DMA Collection ini sejalan dengan visi Kalapas Teguh Suroso untuk mewujudkan "Lapas Produktif". Beliau menekankan bahwa keterampilan menjahit adalah salah satu senjata utama bagi warga binaan untuk meraih kesuksesan setelah bebas.

    "Tujuan akhirnya adalah mereka tidak kembali ke jalan yang salah. Dengan bekal keterampilan menjahit yang profesional ini, warga binaan memiliki kemandirian ekonomi sebagai modal utama reintegrasi sosial. Mereka bukan hanya bebas, tapi juga memiliki keahlian yang siap diserap industri, " tegasnya.

    Kunjungan strategis ini menandai babak baru sinergi Lapas Pekalongan dan industri lokal, sebuah kolaborasi yang tak hanya merajut benang kain, namun juga merajut kembali harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi para Warga Binaan.

    (Humas Lapas Pekalongan) 

    jawa tengah kota pekalongan lapas pekalongan jemput bola teguh suroso
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Kalapas Pekalongan Kontrol Pembangunan Tanggul...

    Artikel Berikutnya

    Lapas Pekalongan Gelar Razia Blok Hunian...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kerahkan 21.707 Personel dan Beragam Alutsista, TNI AD Perkuat Bantuan Kemanusiaan di Sumatera
    TNI–Polri Gelar Patroli Gabungan Perketat Keamanan Puncak Jaya
    Satgas Gulben Kodam I/BB Berhasil Temukan dan Evakuasi Jenazah Korban Banjir di Tapanuli Selatan
    TNI AL Kerahkan KRI dan Helikopter untuk Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
    Ribuan Warga Masyarakat Meriahkan Open Base Lanud Sultan Hasanuddin 2025

    Ikuti Kami